Material Konstruksi Kualitas Terbaik !
0 produk di keranjang belanja Anda

Tidak ada produk di keranjang.

Penggunaan Batu Krokos Untuk Konstruksi

Penggunaan batu krokos secara umum adalah untuk pengurugan dan penimbunan jalan. Terkadang juga digunakan untuk pengerasan jalan yang belum di aspal.

A. Penggunaan Batu Krokos

Batu krokos merupakan salah satu material dasar yang di perlukan dalam dunia konstruksi. Material ini sebenarnya termasuk dalam golongan sirtu, yakni perpaduan unsur pasir, bebatuan seukuran kerikil dan tanah secara alami. Material ini diperoleh dengan cara penyedotan pada wilayah bekas aliran sungai.

Cek Juga : Harga Sirtu Gunung Malelo

Setiap daerah memilki kekhasan tersendiri mengenai produk batu krokos/ sirtu yang dihasilkannya. Kondisi alam akan turut mempengaruhi jenis, warna dan kadar yang dikandung oleh material ini.

Pada pekerjaan penimbunan dan pengerasan jalan, lapisan batu krokos berfungsi sebagai pondasi jalan, karena memiliki nilai fungsi dan ketahanan yang baik. Lapisan selanjutnya adalah base yang di buat berlapis, agar permukaan jalan tidak mudah rusak serta mampu menahan beban berat kendaraan yang melaluinya. Penimbunan jalan pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan industri lainnya adalah hal yang mutlak dilakukan oleh perusahaan secara rutin, guna memudahkan keluarnya hasil produksi. Selain itu juga untuk memudahkan mobilitas lainnya.

B. Volume Timbunan

Satuan volume untuk pekerjaan timbunan adalah meter kubik (m3). Untuk menghitung  volume pekerjaan timbunan tersebut cukup dengan mengkalikan panjang jalan, lebar, dan ketebalan dari timbunan tersebut.

Cek Juga : Harga Sirtu Saring

Sebagai contoh, panjang jalan tersebut kita asumsikan sepanjang 100 m, dengan tipikal penampang yang sama sepanjang jalannya. Untuk mengetahui volume pekerjaan pengurukan tersebut langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut : 

Volume pengurukan tanah = panjang x lebar x tebal
Volume pengurukan tanah = 200 x 1,5 x 0,25 Volume pengurukan tanah = 75 m3

Lihat Juga : Pencucian Batu Kerikil dan Pasir Cor Sungai Kampar

Pemadatan jalan tidak dapat di lakukan dengan sembarangan. Proses ini cukup berat serta memakan waktu yang lama. Pengurugan jalan di mulai dengan membersihkan pepohonan, semak belukar dan lain-lain. Sebelum di lakukan proses pemadatan, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengukur tekanan air tanah, dengan menggunakan piezometer. Setelah itu baru lakukan proses pemadatan dengan menggunakan alat berat.

Edy Zarman

UD. Alam Tabing | Usaha Tambang Rakyat

Tulis Komentar